Ditulis oleh Nur Iskandar    Jumat, 29 Juni 2012 17:46    PDF Cetak E-mail
Bongkar Akar Masalah Pendidikan

* Mengejar Ketertinggalan IPM

Kalbar berada di peringkat 28 dari 33 provinsi di Indonesia. Penilaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar terendah se-Kalimantan, di mana Kalteng menempati posisi ke-7.

Dewan Pendidikan Kalbar dengan tugas dan fungsi melakukan support (dukungan), nasihat (advisory), kontrol, dan mediasi menyelenggarakan serangkaian upaya agar peningkatan IPM dapat terjadi di Kalbar. “Kita tidak mempunyai grand desain yang terukur,” ungkap pengamat pendidikan Kalbar Drs H Soedarto. Hal ini diakui Kepala Dinas Pendidikan Kalbar Drs Alexius Akim. “Kami butuh masukan dari Dewan Pendidikan,” ungkapnya di dalam pertemuan Dewan Pendidikan Kalbar.

Menyikapi hal itu, sesuai visi Gubernur yakni mewujudkan Kalbar cerdas, dilaksanakan semiloka Grand Desain Kalbar dengan rumusan mewujudkan Kalbar yang lebih baik dan holistik. Direfresentasikan pula pohon masalah pendidikan yang dikelompokkan atas akar masalah, batang masalah, hingga ke tingkat cabang dan ranting.

Ada tiga pohon masalah yang menggambarkan kenapa IPM Kalbar rendah. Pertama pohon masalah manajemen. Akarnya meliputi adanya ketidakadilan antara manajemen korporasi dengan manajemen humanis. Pendidikan berdasarkan keunggulan lokal. Pendidikan karakter. Pendidikan agama. Kesenjangan layanan pendidikan. Pengawasan kinerja birokrasi pengelola pendidikan dan kinerja guru.

Ada 11 masalah di tingkat batang, meliputi penataan LPTK. Mutu proses pembelajaran. Moralitas kerja guru. Keseimbangan antara kuantitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Kesesuaian antara spesifikasi lulusan dengan ketersediaan lapangan kerja. Intuisi pendidikan kejuruan (SMK) disesuaikan dengan keunggulan lokal. Kelembagaan pendidikan informal dengan non formal. Pemberdayaan dewan pendidikan kab/kota. Peran media dalam edukasi dan sosialisasi pendidikan. Penerapan pola seleksi. Adanya ego sektoral dan ego wilayah.

Di tingkat cabang dan ranting mempunyai cukup banyak masalah yang kompleks. “Namun penyelesaian di tingkat akar dan batang lebih fundamental. Ini di wilayah kebijakan,” ungkap Dr Leo Sutrisno.

Di pohon masalah infrastruktur akar masalahnya ada pada kelengkapan peraturan belum terpenuhi. Konsistensi implementasi peraturan perundangan pendidikan. Kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Di pohon masalah SDM terdapat lima akar masalah: kepribadian belum cukup kuat tertanam. Internalisasi nilai-nilai. Dominasi dalam sistem pendidikan. Virus kebutuhan berprestasi. Jiwa kewirausahaan belum tertanam.

Dewan Pendidikan Kalbar kemudian menyelenggarakan sosialisasi format grand desain pendidikan Kalbar ke Sambas, Sanggau dan Sintang. Di peroleh masukan bahwa pohon masalah telah menggambarkan bahwa IPM Kalbar rendah sehingga perlu penuntasan di tingkat akar dan batang masalah. Kesemua itu perlu dukungan politik sekaligus pendanaan.

 

Add comment

Security code
Refresh